Geodesy Minded XXIII hari keempat diadakan hari Minggu 8 November 2009 dan merupakan G Geodesy Minded pertama yang diadain setelah UTS. Seperti biasa, kami berkumpul dulu di KPTU Teknik sebelum kami menuju kampus Teknik Geodesi. Gantang, salah satu anggota kelompok kami, datang terakhir dengan keadaan lemas dan pucat dan jatuh seketika setelah turun dari motor. Mungkin kondisinya yang kurang fit menyebabkan dia seperti itu. Salut buat panitia dari Sie PPPK yang dengan sigap menolongnya.
Setelah pengecekan tugas-tugas yang telah diberikan oleh panitia, kami melakukan senam bersama yang dipandu oleh instruktur dari setiap kelompok. Suasana senam sangat seru karena tiap kelompok punya gerakan tersendiri. Setelah berkeringat akibat senam, dilanjutkan dengan makan nutrijel dengan cara yang sangat unik yaitu diemut, dijilat, digigit, baru ditelan.
Acara selanjutnya adalah Lomba Sentering Theodolit secara manual yang bertujuan agar kami belajar bagaimana membuat sumbu I theodolit menjadi vertikal dan diteruskan dialog profesi dengan pembicara Pak Hasto(militer), Pak Roni(PNS), dan Pak Agung(pertanian). Setiap pembicara memperkenalkan bidang-bidang yang digelutinya dan kesan terhadap geodesi khususnya pada acara Geodesy Minded.
Kemudian, sie ibadah mengambil alih jalannya acara untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing individu dan dilanjutkan dengan makan siang. One Hour With English menjadi acara selanjutnya yang mengajarkan kami bagaiman berkomunikasi dengan bahasa inggris. Hafidz dan Ivan menyanyikan lagu Happy Birthday untuk Novi yang berulang tahun kemarin (7 November 2009).
Selanjutnya, games seru yang mirip dengan kuis "Siapa Berani!!" menguji pengetahuan kami tentang hal-hal yang menyangkut keilmuan geodesi dan pengetahuan umum dan keluar sebagai pemenang adalah kelompok HIPER dengan total poin 730. Kelompok IUT harus rela karena selisih sepuluh poin. Sesi ibadah menjadi hal yang terakhir kami lakukan sebelum sesi instropeksi oleh sie keamanan yang dibantu oleh beberapa sie acara, SC dan OC. Kami melakukan banyak kesalahan sehingga harus rela untuk dihukum.
Setelah itu, kami pulang ke tempat tinggal kami masing-masing
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar