Jumat, 13 November 2009
Resume Hari Keempat Geodesy Minded 2009
Setelah pengecekan tugas-tugas yang telah diberikan oleh panitia, kami melakukan senam bersama yang dipandu oleh instruktur dari setiap kelompok. Suasana senam sangat seru karena tiap kelompok punya gerakan tersendiri. Setelah berkeringat akibat senam, dilanjutkan dengan makan nutrijel dengan cara yang sangat unik yaitu diemut, dijilat, digigit, baru ditelan.
Acara selanjutnya adalah Lomba Sentering Theodolit secara manual yang bertujuan agar kami belajar bagaimana membuat sumbu I theodolit menjadi vertikal dan diteruskan dialog profesi dengan pembicara Pak Hasto(militer), Pak Roni(PNS), dan Pak Agung(pertanian). Setiap pembicara memperkenalkan bidang-bidang yang digelutinya dan kesan terhadap geodesi khususnya pada acara Geodesy Minded.
Kemudian, sie ibadah mengambil alih jalannya acara untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing individu dan dilanjutkan dengan makan siang. One Hour With English menjadi acara selanjutnya yang mengajarkan kami bagaiman berkomunikasi dengan bahasa inggris. Hafidz dan Ivan menyanyikan lagu Happy Birthday untuk Novi yang berulang tahun kemarin (7 November 2009).
Selanjutnya, games seru yang mirip dengan kuis "Siapa Berani!!" menguji pengetahuan kami tentang hal-hal yang menyangkut keilmuan geodesi dan pengetahuan umum dan keluar sebagai pemenang adalah kelompok HIPER dengan total poin 730. Kelompok IUT harus rela karena selisih sepuluh poin. Sesi ibadah menjadi hal yang terakhir kami lakukan sebelum sesi instropeksi oleh sie keamanan yang dibantu oleh beberapa sie acara, SC dan OC. Kami melakukan banyak kesalahan sehingga harus rela untuk dihukum.
Setelah itu, kami pulang ke tempat tinggal kami masing-masing
Jumat, 06 November 2009
Resume Hari Ketiga Geodesy Minded 2009
Sebelum memasuki waktu sholat Dhuhur kami mengikuti games pencarian harta karun. Dalam games tersebut salah satu dari kami menjadi penunjuk jalan dan yang lainnya ditutup matanya. Harta karun yang kami dapatkan adalah kata “KELUARGA” yang masing – masing huruf dimasukkan ke dalam amplop. Kelompok kami mendapatkan huruf “L”. Setelah shalat Dhuhur kami makan siang di depan kampus Teknik Geodesi. Acara selanjutnya adalah presentasi di ruang III.1. yang dipresentasikan dalam acara tersebut adalah blog, kewirausahaan, dan kegiatan sosial. Setelah acara selesai kami dikumpulkan di lobi. Disana kami mendapatkan cerita pengalaman dari salah satu alumni Teknik Geodesi UGM angkatan 1996. namanya adalah kak Leny. Setelah itu kami pulang ke rumah kami masing – masing.
Jumat, 23 Oktober 2009
Pega
Nama Panggilan : Pega
Nama Minded : Prisma
TTL : Pati, 4 September 1990
Alamat Asal : Jayapura
Alamat Jogja : Kuningan H 8
Email/fb : 6281248633910
Sabtu, 17 Oktober 2009
Pemandu
Nama : Senoaji Suryo Wardono
Nama Panggilan : Seno
TTL : Jogja, 29 Desember 1989
Alamat asal : Jln. Kaliurang KM 6,7 Gg. Timur timur 183a Yogyakarta
Alamat Jogja : Jln. Kaliurang KM 6,7 Gg. Timur timur 183a Yogyakarta
Hobi : Denger musik
Email/fb : Senoaji Suryo Wardono
Pesan : Pertahankan datang semua, satu pendapat
Kesan : Semoga kompak
Jumat, 16 Oktober 2009
Resume Hari Pertama Geodesi Minded XXIII/2009
Sabtu, 10 Oktober 2009, acara Geodesi Minded XXIII/2009 secara resmi dimulai. Tepat pukul 07.00 WIB kami para peserta berkumpul di lapangan geodesi tercinta. Kami dibiarkan berdiri untuk beberapa saat, sampai akhirnya Mbak Riska, salah satu seksi acara, membukanya dengan salam, dilanjutkan dengan dengan pengecekan barang oleh panitia, mulai dari kartu GMC/kartu KTM sementara, alat ibadah, alat tulis, kertas folio, ponco, bekal makanan, dan pengumpulan tugas diary, essai, dan profil kelompok serta profil nama minded.
Acara dilanjutkan sambutan dari Ketua OC, Kak Afdan Mahieda, sambutan dari ketua KMTG, Kak Anjas Badarso, dan dilanjutkan dengan sambutan serta peresmian pembukaan geodesi minded XXII/2009 oleh Bapak Gondang selaku penanggung jawab alumni.
Kemudian Bapak Subaryono, selaku ketua jurusan Teknik Geodesi, memberikan sambutan sepatah dua patah kata. Dilanjutkan dengan perkenalan seluruh kakak- kakak panitia Geodesi Minded XXIII/2009, perkenalan yel- yel tiap kelompok, praktek hormat geodesi 2009.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan kunjungan Lab- Lab, adapun satu kunjungan Lab untuk dua kelompok, sehingga saling berpisah dan bergiliran Lab. Lab pertama yang kami kunjungi adalah Lab Ilmu Ukur Tanah, kemudian Lab Hidro-Oceanografi, Lab Fotogrametri, dan Lab Kartografi, serta lab Geodesi-Geomatika.
Kemudian kami dikumpulkan kembali di lapangan, dan dipersilakan untuk sholat dzuhur di Mustek yang diberi waktu 20 menit. Setelah 20 menit kemudian, kami dipersilakan untuk menikmati makan siang, yang telah kami bawa, dan ternyata waktu makan juga dibatasi selama 5 menit dengan semua bekal seluruh anggota kelompok harus bersih, jadi apabila satu anggota sudah selesai wajib membantu menghabiskan bekal anggota yang lain. Dan akhirnya kami mampu menyelesaikannya dan semua wadah bekal telah bersih. Kemudian semua kelompok berbaris lagi di lapangan dan dilanjutkan dengan acara games. Games ini dimenangkan oleh kelompok Fotri. Setelah itu setiap kelompok satu persatu maju ke depan untuk melakukan yel – yel dimulai dari kelompok dengan waktu terlambat dalam games, dan itu kelompok kami, IUT.
Setelah acara yel- yel kami berkumpul rapi kembali dan dilanjutkan dengan acara kunjungan BSO, satu kunjungan BSO untuk 2 kelompok, untuk itu kami harus menyebar agar dapat bergantian. BSO yang pertama kami kunjungi adalah kerohanian, dilanjutkan dengan GEODETA, GEC, GEODIPA, dan terakhir KMTG. Waktu menunjukkan sholat ashar dan kami semua dipersilakan untuk pergi ke mustek. Kemudian kami berkumpul kembali di lapangan, berbearis dengan rapi, untuk acara dari seksi keamanan. Setelah selesai, kami semua dipersilakan pulang dengan penutupan dan pembinaan.
Filosofi Logo IUT

• Angka 1 mencirikan kelompok 1 selalu menjadi yang nomer satu.
• Huruf “i” berwarna merah dimaksudkan bahwa kami adalah kelompok yang intelektual dan berani membela kebenaran.
• Huruf “IUT” adalah singkatan dari Ilmu Ukur Tanah yang menjadi dasar dari ilmu teknik Geodesi.
• Warna putih melambangkan kesucian
• Warna biru melambangkan langit yang luas menggambarkan pengetahuan yang luas dan kedudukan yang tinggi.
• Lingkaran di dalam yang berwarna putih dan empat titik lancip yang menggambarkan mata angin kompas yang menjadi unsur terpenting dalam pengukuran tanah.
Kemal
Anjar
Septi
Thatha
Novi
Mukti
Zulfan
ILMU UKUR TANAH
Sedangkan geodesi mencakup kajian dan pengukuran yang lebih luas, tidak sekadar pemetaan dan penentuan posisi di darat, namun juga di dasar laut untuk berbagai kaperluan, juga penentuan bentuk dan dimensi bumi baik dengan pengukuran di bumi dan dengan bantuan pesawat udara, maupun dengan satelit dan sistem informasinya. Tujuan cakupan, lingkup dan wahana untuk penyajian tersebut berbeda-beda, oleh karenanya disiplin dari surveying dapat digolongkan dalam beberapa bidang studi, yaitu:
1. Survei geodesi (geodetic surveying) meliputi penentuan bentuk dan ukuran bumi, medan grafitasi dan pembuatan jaringan kontrol pemetaan.
2. Survei permukaan tanah datar (plane surveying) meliputi pengukuran dalam areal yang terbatas sehingga efek kelengkungan permukaan buminya dapat diabaikan dan perhitungannya dapat langsung direferensikan pada bidang datar.
• Survei topografi (topographic surveying) yaitu pemetaan permukaan bumi fisik dan kenampakan hasil budaya manusia.
• Survei kadaster (cadastral surveying) adalah pengukuran untuk menentukan posisi batas-batas pemilikan tanah (persil), pemetaan bidang-bidang tanah untuk pendaftaran hak atas tanah dan untuk kepastian hukum pemilakan tanah (sertifikat), serta pemetaan untuk pajak bumi dan bangunan (PBB) atau kadastral fisikal.
• Survei rekayasa (engineering surveying) mencakup pemetaan topografi skala besar sebagai dasar dari perencanaan dan desain rekayasa.
• Survei tambang (mine surveying) mencakup teknik-teknik khusus yang diperlukan untuk menentukan posisi-posisi dan gambar proyeksi dan obyek, baik di bawah tanah (dalam tambang bawah tanah) maupun di permukaan bumi (tambang terbuka).
3. Surve hidrografi (hydrographic surveying)
4. Survei fotogrametri (photogrammetric surveying)
5. Survei radargrametri (radargrammetric surveying)
Nanda
Ganthang
Ari
Sejarah Jurusan Teknik Geodesi FT UGM
Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu dari delapan Jurusan yang ada di lingkungan Fakultas Teknik UGM. Pada awal berdirinya yaitu pada bulan Agustus tahun 1959 masih merupakan program studi gabungan dengan program studi Teknik Geologi yang bernama Bagian Teknik Geodesi dan Geologi. Pada tahun 1962, berdasar UU No. 22 Tahun 1961, Bagian Teknik Geodesi dan Geologi dipecah menjadi dua bagian yaitu Bagian Teknik Geodesi dan Bagian Teknik Geologi yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri. Sejak awal berdirinya sampai dengan tahun 1979, sistem pendidikan di Fakultas Teknik UGM (termasuk di Bagian Teknik Geodesi) menggunakan sistem paket yang dikenal dalam beberapa tingkatan studi yaitu tingkat Propaedeuse, tingkat Kandidat, tingkat Doctoral I (Sarjana Muda/B.Sc.), dan tingkat Doctoral II (Insinyur). Pada tahun 1980, berdasar SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0214/U/1979, Bagian Teknik Geodesi berubah menjadi Jurusan Teknik Geodesi dengan memberlakukan kurikulum baru 1980 yang untuk pertama kalinya menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS).
Mulai tahun 1994, Jurusan Teknik Geodesi menempati Kampus baru berlantai 3 seluas 4.237 m2 di Kompleks Fakultas Teknik UGM Jl. Grafika No 2, Yogyakarta. Sementara dalam usahanya untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan kebutuhan pasar, Jurusan Teknik Geodesi FT-UGM telah beberapa kali melakukan penyempurnaan kurikulum. Kurikulum 1980 yang telah berjalan hampir 8 tahun lamanya, pada tahun 1988 mengalami penyempurnaan sehingga menghasilkan Kurikulum 1988. Selanjutnya pada tahun 1995 dilakukan lagi evaluasi Kurikulum 1988 untuk disempurnakan sesuai dengan perkembangan iptek dan diberlakukannya Kurikulum Nasional, sehingga menghasilkan Kurikulum 1996.
Pada tahun 2000 telah dilakukan evaluasi kurikulum 1996 yang menghasilkan Kurikulum 2001. Evaluasi dilakukan dengan pedoman : Kriteria ABET 2000, beban studi 144 SKS, waktu studi 8 semester dan standar lulusan mengacu pada Standar Kompetensi Dewan Geomatika Indonesia. Nama Program Studi Teknik Geodesi diganti dengan nama Program Studi Teknik Geodesi-Geomatika dengan alasan adanya perubahan paradigma dari Teknik Geodesi ke Teknik Geomatika, sehingga lulusan Teknik Geodesi tidak hanya memiliki kemampuan membuat peta, tetapi juga memiliki kemampuan menyajikan informasi kebumian yang diintegrasikan untuk penggunaan di berbagai bidang seperti : kadastral (pertanahan dan pajak bumi bangunan), infrastruktur (pemukiman, jalan, pelabuhan, jembatan dan utilitas), eksplorasi dan pengembangan wilayah (manajemen sumberdaya alam dan lingkungan, sosial ekonomi dan kependudukan), serta hidrografi dan kelautan (batimetri, survei rekayasa bawah air dan pengelolaan wilayah pesisir).
Sebagai komitmen pengembangan kualitas pendidikan, Kurukulum 2001 pun telah dievaluasi dan sebagai hasilnya adalah penyusunan kurikulum baru tahun 2006. Kurikulum ini mulai berlaku pada tahun ajaran 2006/2007 dengan peraturan peralihan yang sedapat mungkin tidak merugikan mahasiswa. Silahkah baca penjelasan kurikulum 2006 untuk informasi yang lebih rinci.
Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM saat ini memiliki staf dosen sebanyak 34 orang, dengan rincian 3 orang Doktor (S3), 28 orang Magister (S2), dan 3 orang berpendidikan S1. Saat ini 9 orang sedang mengikuti program Doktor dengan rincian 4 orang di Malaysia, 1 orang di Belanda dan 4 orang di UGM. Selain itu ada 2 orang yang sedang studi magister di Malaysia. Sesuai dengan penilaian BAN (Badan Akreditasi Nasional), program studi S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM mendapat peringkat "A" yaitu berdasarkan:
- Surat Keputusan nomor : 00744/AK-I.1/UGMTHG/VIII/1998).
- Surat Keputusan nomor : 027/BAN-PT/AK-VII/S1/IX/2003)
- Diploma I (D1) Survei dan Pemetaan Kadastral (1998),
- Diploma III (D3) Teknik Geomatika (2000),
- S1 Swadaya Teknik Geodesi-Geomatika (2000), dan
- Pasca Sarjana (S2) Teknik Geomatika (2001).





